Berat Jenis Bahan Bangunan Lengkap

Berat Jenis Bahan Bangunan – Bahan bangunan ada banyak sekali macamnya. Setiap bahan ini mempunyai bentuk dan berat yang berbeda-beda. Oleh karenanya untuk mengetahui kebutuhan material bangunan pada suatu pekerjaan konstruksi diperlukan perhitungan yang berbeda-beda.

Ada banyak data yang perlu kita ketahui dalam menentukan kebutuhan bahan bangunan. Salah satunya adalah berat jenis. Mungkin Anda sudah tidak asing dengan pengertian berat jenis. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk kami jelaskan lagi.

Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis zat dengan massa jenis sebuah air murni. Selain itu berat jenis juga dapat didefinisikan sebagai perbandingan massa jenis dari suatu benda terhadap massa jenis air. Maka dari itu dapat diartikan bahwa berat jenis merupakan massa jenis relatif dari suatu bahan. Itulah kenapa berat jenis tidak memiliki satuan.

Baca juga: Tabel Berat Besi Lengkap

Dalam dunia konstruksi berat jenis material bangunan diperlukan untuk sejumlah kepentingan. Maka dari itu kita perlu memahaminya, terutama yang sering berkecimpung di dunia konstruksi. Akan tetapi tidak perlu bingung, di bawah ini kami berikan daftar berat jenis material bangunan yang akan memudahkan Anda untuk mengetahui berat jenis suatu bahan bangunan.

bahan bangunan

Daftar Berat Jenis Bahan Bangunan

No Material Berat jenis / Bobot isi Satuan
1 Beton 2200 kg/m3
2 Beton bertulang 2400 kg/m3
3 Pasangan bata merah 1700 kg/m3
4 Kerikil, koral,split (kering/lembab) 1800 kg/m3
5 pasir 1.400 Kg/m3
6 Batu karang 700 kg/m3
7 Batu pecah 1450 kg/m3
8 Batu alam 2600 kg/m3
9 Pasangan batu belah, bulat, gunung 2200 kg/m3
10 Batu belah, batu bulat, batu gunung 1500 kg/m3
11 Batu hancur 1602 kg/m3
12 Pasangan batu cetak 2200 kg/m3
13 Timah hitam/ timbel 11400 kg/m3
14 Tanah, lempung (kering/lembab) 1700 kg/m3
15 Tanah, lempung (basah) 2000 kg/m3
16 Besi tuang 7250 kg/m3
17 Besi cor 6800 – 7800 kg/m3
18 Besi tempa 7750 kg/m3
19 Baja 7850 kg/m3
20 Seng 7135 kg/m3
21 Pasangan batu karang 1450 kg/m3
22 Kayu (kelas I) 1000 kg/m3
23 Air 1000 Kg/m3
24 emas 19320 kg/m3
25 Perak 10490 kg/m3
26 Stainless steel 7480-8000 kg/m3
27 Tembaga 8930 kg/m3
28 Alumunium 2712 kg/m3
29 Granit padat 2691 kg/m3
30 Granit rusak 1650 kg/m3
31 Marmer padat 2563 kg/m3
32 Marmer rusak 1570 kg/m3
33 Gypsum padat 2787 kg/m3
34 Kardus 689 kg/m3
35 Kertas standar 1201 kg/m3
36 Serbuk gergaji 210 kg/m3

jenis bahan bangunan

Jenis Material Berat Jenis (kg) Berat Jenis (kg)
Alumanium 2712 kg/m3
Air Bersih 1000 kg/m3
Baja 7850 kg/m3
Batu Alam 2600 kg/m3
Batu belah, batu bulat, batu gunung 1500 kg/m3
Batu Karang 700 kg/m3
Batu Pecah 1450 kg/m3
Besi Cor 6800–7800 kg/m3
Besi Tempa 7750 kg/m3
Besi Tuang 7250 kg/m3
Beton 2200 kg/m3
Beton Bertulang 2400 kg/m3
Emas 19320 kg/m3
Granit 2691 kg/m3
Gypsum Padat 2787 kg/m3
Kardus 689 kg/m3
Kayu (Kelas 1) 1000 kg/m3
Kerikil, Koral, Split (kering/lembab) 1800 kg/m3
Kertas Standar 1200 kg/m3
Marmer 2563 kg/m3
Pasangan Bata Merah 1700 kg/m3
Pasangan Batu Belah, Bulat, Gunung 2200 kg/m3
Pasangan Batu Cetak 2200 kg/m3
Pasangan Batu Karang 1450 kg/m3
Pasir 1400 kg/m3
Perak 10490 kg/m3
Perunggu 8800 kg/m3
Semen 3150 kg/m3
Seng 7135 kg/m3
Serbuk Gergaji 210 kg/m3
Stainless Steel 7480-8000 kg/m3
Tanah, lempung (basah) 2000 kg/m3
Tanah, lempung (kering/lembab) 1700 kg/m3
Tembaga 8930 kg/m3
Timah hitam/Timbel 11400 kg/m3
Lapis Resap Pengikat (Prime Coat) 0,4-1,3 liter/m2
lapis Perekat (Tack Coat) 0,15-0,50 liter/m2
Aspal Hotmix (Laston) 2,3 ton/m3

Contoh Menghitung Berat Bangunan

Misalnya kita berencana untuk membuat dak lantai beton bertulang untuk atap rumah. Ukurannya adalah 6m x 10m x 0,12m. Lalu kita ingin mencari tahu berapa total berat dak beton. Berikut adalah tahap perhitungannya:

  • Pertama-tama kita perlu melihat tabel berat jenis material bangunan di atas. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa bobot isi beton bertulang adalah 2400 kg/m3.
  • Langkah berikutnya adalah menghitung volume dak = 6m x 10m x 0,12m = 7,2 m3.
  • Dari perhitungan dan data yang didapat, maka bisa kita ketahui total berat dak beton = 2400 kg/m3 x 7,2 m3 = 17200 kg atau 17,2 ton.

Jenis Bahan Bangunan

Setelah mengetahui berat jenis material bangunan, berikutnya kita bahas soal macam-macam bahan bangunan. Informasi ini bisa menjadi tambahan pengetahuan untuk Anda. Sehingga nantinya Anda tidak asing dengan material bangunan yang lazim digunakan dalam suatu bangunan.

Batu Bata

batu bata

Batu bata bisa dibilang menjadi salah satu material bangunan yang paling lumrah kita jumpai. Bahkan orang awam pun bisa mengenali material bangunan ini dengan mudah. Bata biasanya digunakan sebagai penyusun dinding.

Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berubah warna menjadi kemerah-merahan atau biasa disebut dengan nama merah bata. Batu bata sendiri mempunyai jenis yang beragam.

Dengan kemajuan zaman, popularitas batu bata tergantikan oleh material lain seperti batu beton atau batu batako. Kendati demikian batu bata masih sangat mudah untuk dijumpai di berbagai daerah.

Tanah Liat dan Lumpur

Pemakaian tanah liat dan lumpur tergantung dari beberapa hal. Seperti desain bangunan atau kualitas tanah yang dipakai. Campuran lumpur pada pasir bisa membuat kekuatan bangunan lemah.

Lumpur dan tanah liat dengan tekstur halus bisa dipakai dengan bahan bangunan lain, seperti beton agar tidak menyisakan rongga yang bisa membuat bangunan keropos. Sedangkan tanah liat sendiri bisa menjaga keseimbangan suhu ruangan.

Saat hawa sedang panas, di dalam rumah atau bangunan bisa terasa sejuk, dan saat dingin dalam ruangan juga akan terasa hangat. Material bangunan ini bisa menahan panas dan dilepaskan secara berkala sehingga suhu tetap terjaga.

Batu

Batu juga menjadi salah satu material bangunan yang tak pernah dilupakan saat membangun rumah dan gedung ataupun melakukan renovasi. Batu sangat mudah untuk dijumpai. Jenisnya juga beragam, dengan spesifikasi dan kegunaan yang berbeda-beda.

Walaupun kaku dan cenderung berat, batu menjadi material bangunan padat yang bisa memberikan perlindungan terhadap bangunan. Tidak hanya itu, penggunaan batu juga bisa menghadirkan kesan hangat di dalam ruangan.

Kayu

kayu bangunan

Kayu juga menjadi material yang sering digunakan selain batu. Kayu banyak dimanfaatkan di berbagai sisi pada suatu bangunan. Selain itu kayu juga lazim dipakai pada furnitur seperti lemari, meja, papan dan lain-lain. Untuk bangunan sendiri biasanya kayu dipakai sebagai penopang bagian atap.

Kayu mempunyai berat yang dapat disesuaikan. Selain itu material ini juga mempunyai karakteristik yang kokoh meski dibengkokkan. Kayu cocok untuk berbagai musim sehingga banyak yang memakainya dalam berbagai kebutuhan.

Semen

Semen merupakan salah satu komponen penting pada suatu bangunan. Fungsi sement terbilang penting, yakni untuk merekatkan suatu material bangunan. Tanpa adanya semen, bata atau batako tidak bisa menyatu satu sama lain. Semen juga bisa membuat pondasi lebih kokoh.

Umumnya semen terdiri dari empat unsur pokok. Antara lain batu kapur yang menjadi komponen utama, tanah liat yang di dalamnya terkandung SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, batu silika yang ditambahkan apabila tanah liat terdapat sedikit SiO2, dan yang terakhir adalah pasir besi, yang ditambahkan jika tanah liat mengandung sedikit Fe2O3.

berat jenis

Metal

Metal merupakan salah satu material bangunan yang paling kuat. Biasanya metal digunakan untuk kerangka konstruksi bangunan-bangunan besar, seperti gedung pencakar langit. Selain itu metal juga dapat digunakan sebagai pelapis permukaan gedung. Ada banyak jenis metal yang bisa dipakai. Salah satunya adalah baja yang merupakan campuran besi dan bahan lainnya.

Baja mempunyai karakter yang kuat, fleksibel dan tahan lama. Kendati demikian baja rentan karat. Maka dari itu biasanya ada campuran aluminium dan timah sehingga bisa mencegah karat. Selain baja bahan bangunan metal lainnya yang sering dipakai adalah titanium, krom, perak dan emas.

Titanium biasanya dipakai untuk struktur bangunan. Hanya saja harganya jauh lebih mahal. Sementara perak atau emas biasanya menjadi dekorasi untuk mempermanis tampilan sebuah gedung.

Pipa

Pipa biasanya dipakai untuk menyalurkan air. Selain itu juga biasa dipakai sebagai saluran air hujan atau pembuangan. Pipa terbuat dari berbagai macam material. Misalnya carbon steel, carbon moly, ferro nikel, stainless steel, chrome moly, dan yang paling populer, PVC. Karena jenisnya sangat beragam, kita perlu mengetahui kegunaan masing-masing jenis pipa supaya tidak sampai salah beli. Pemasangannya juga harus sesuai dengan jenisnya supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Kaca

Kaca biasa digunakan untuk jendela. Material ini mempunyai ciri khas warna yang bening dan tipis. Kaca juga dipakai sebagai pelapis pada ventilasi rumah.

Dengan begitu suatu bangunan akan mendapatkan cahaya matahari dan tetap terlindung dari cuaca buruk dan berbagai hal lain yang bisa mengganggu kenyamanan selama beraktivitas di dalam bangunan.

Kaca umumnya terbuat dari campuran pasir dan silika. Oleh karenanya material ini mudah pecah dan rapuh.

Baca juga: Cara Menghitung Volume Pondasi

Itulah berat jenis bahan bangunan yang bisa kami sampaikan untuk Anda. Kami juga sudah menjelaskan beberapa jenis bahan bangunan yang ada di sekitar kita.

Tentu saja yang kami sebutkan di atas bukan satu-satunya. Masih ada banyak sekali material bangunan yang bisa kita temui di sekitar kita maupun di toko bahan bangunan.

Leave a Comment