Cara Menghitung Bahan Bangunan Per Meter

Cara Menghitung Kebutuhan Material Bangunan – Sebelum memulai suatu proyek konstruksi, kita harus menghitung berbagai hal yang berkaitan dengan proyek tersebut. Salah satunya adalah menghitung kebutuhan bahan bangunan.

Aspek ini perlu diketahui supaya pembelian dan pengiriman bahan bangunan ke lokasi proyek bisa berjalan dengan lancar. Dengan begitu proyek tidak mengalami keterlambatan. Di samping itu dengan penghitungan yang tepat kita bisa terhindar dari pembelian material bangunan yang terlalu banyak, sehingga mubazir dan membebani pengeluaran.

Hanya saja hitung-menghitung bukanlah soal yang mudah. Ketelitian sangat diperlukan supaya risiko kesalahan fatal bisa dihindari. Lalu bagaimana cara mengetahui kebutuhan bahan bangunan suatu proyek konstruksi? Pada kesempatan ini kami akan mengupas lebih jauh seputar materi tersebut. Langsung saja simak pembahasan berikut.

Klasifikasi Bahan bangunan

biaya bahan bangunan

Bahan bangunan ada banyak sekali macamnya. Dari berbagai jenis yang ada, bahan bangunan bisa diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, antara lain:

  1. Bahan bangunan kayu. Contoh: papan, kusen, bekisting, kaso.
  2. Bahan bangunan batu. Contoh: pasir, semen, kerikil, bata merah, batu pecah dan lain-lain.
  3. Bahan bangunan baja. Contoh: baja tulangan dan kawat pengikat tulang.
  4. Bahan bangunan pelengkap. Contoh: tegel, pipa instalasi listrik, pipa besi, pipa paralon.

Penyediaan Bahan Bangunan

Seperti yang telah disinggung di atas, bahan bangunan sebaiknya disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga tidak menghambat jalannya pembangunan. Sebab semakin banyak bahan bangunan yang tersedia maka tempat penyimpanannya juga akan semakin besar.

Tidak hanya itu, bahan bangunan yang disimpan terlalu lama juga berpotensi mengalami kerusakan. Penting bagi kita untuk berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan pihak yang terlibat dalam penyediaan bahan bangunan.

Baca juga: Cara Menghitung RAB Bangunan Rumah

Penyimpanan Bahan Bangunan

bahan bangunan

Yang juga tak kalah penting diperhatikan sebelum menghitung kebutuhan bahan bangunan adalah penyimpanan bahan bangunan di lapangan. Misalnya seperti tempat penyimpanan tidak jauh dengan tempat pekerjaan. Selain itu ada beberapa hal lain yang perlu dicermati, di antaranya:

  • Semen portland disarankan disimpan di tempat yang dekat dengan lokasi pengecoran atau beton molen.
  • Baja tulangan disimpan di tempat yang dekat dengan lokasi pekerjaan baja.
  • Papan bekisting diletakkan di tempat yang dekat dengan lokasi pengerjaan kayu, dan lain-lain.

Menurut cara penyimpanan di lapangan, bahan bangunan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Bahan material yang disimpan di luar. Bahan material ini aman jika terkena panas, hujan, udara lembab ataupun angin. Contoh: pasir, batu pecah, bata merah, bekisting dan lain-lain.
  • Bahan material yang tersimpan di bawah atap. Contoh: Semen portland, pipa, kawat pengikat, paku, triplek, dan lain-lain.

Perlu dicatat, penyimpanan semen portland harus di tempat yang kokoh dan kedap air. Untuk semen yang masih utuh jangan sampai ditumpuk lebih dari 2 meter. Sebab semen yang berada di bawah akan mendapat tekanan yang lebih besar.

Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya gumpalan semen atau bahkan membuat kantong semen pecah. Di samping itu tumpukan kantong semen sebaiknya diletakkan lebih dari 50 cm dari dinding gudang atau sekitar 30 cm dari lantai.

Cara Menghitung Kebutuhan Material Bangunan

menghitung bahan bangunan

Menghitung kebutuhan bahan bangunan bisa dilakukan berdasarkan masing-masing item pekerjaan. Contohnya dalam pekerjaan dinding batu bata, maka sudah pasti ada rincian pemasangan batu bata, plesteran dan pengecatan.

Kemudian pada setiap item pekerjaan harus dicari berapa volumenya. Diteruskan dengan mencari data analisis harga satuan bangunan untuk melihat persentase penggunaan bahan material dalam satuan, baik m, m2 atau m3. Data tersebut dapat diperoleh dengan melihat analisis BOW, SNI analisis harga satuan atau membuat analisis sendiri berdasarkan penelitian dan pengalaman di lapangan.

Data untuk Menghitung Kebutuhan Material Bangunan

  1. Pekerjaan apa saja yang akan dilakukan?
  2. Pada pekerjaan tersebut, ada rincian kegiatan apa saja?
  3. Berapa volume item pada pekerjaan tersebut?
  4. Data analisa harga satuan pekerjaan bisa diperoleh dari SNI (standar nasional indonesia), analisa BOW, standar perusahaan ataupun dengan membuat analisa sendiri.
  5. Volume dikalikan dengan analisa harga satuan maka diperoleh jumlah bahan material yang diperlukan.
  6. Safety factor / wise / material terbuang / angka keamanan ini ditambahkan ke dalam hasil akhir perhitungan untuk dapat mengantisipasi terjadinya kekurangan material.
  7. Sekarang kita sudah mengetahui berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga anda bisa langsung mendatangkan ataupun membelinya di toko bahan bangunan.

Rumus Kebutuhan Bahan Bangunan

Untuk mengetahui bahan bangunan yang dibutuhkan dalam suatu proyek, rumus yang dipakai adalah seperti di bawah ini.

KMB = VP x KMS

Keterangan:

  • KMB: kebutuhan material bangunan.
  • VP: volume pekerjaan.
  • KMS: kebutuhan material persatuan.

Contoh Perhitungan

kebutuhan bahan bangunan

Kita akan memasang dinding batu bata yang memiliki lebar 6 m dan tinggi 3 m. Batu bata yang dipakai berukuran 5 x 10 x 20 cm. Yang menjadi pertanyaan, berapa banyak batu bata yang dibutuhkan?

Volume pasang dinding batu bata = 6 x 3 = 18 m2.

Berdasarkan data analisis harga satuan diketahui bahwa kebutuhan batu bata per meter persegi adalah 70 buah. Maka 18 m2 x 70 bh = 1.260 buah batu bata.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Batu Bata

Dapat disimpulkan bahwa untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut kita membutuhkan batu bata 1.260 buah. Untuk menghitung kebutuhan semen dan pasir juga dapat dengan menggunakan cara di atas.

Menghitung Bahan Bangunan per Meter Persegi

Sebelum mulai menghitung kebutuhan bahan bangunan, kita harus mengetahui luas bidang yang akan dibangun. Setelah itu dikalikan dengan jumlah bahan bangunan. Misalnya untuk menghitung kebutuhan bata ringan atau hebel pada ruangan berukuran panjang 7 m, lebar 5 m dan tinggi 3 m, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Keliling ruang x tinggi ruang = 24 m x 3 m = 72 m2.

Bata ringan aerasi untuk 1 m2 = 0,0086 m3.

Kebutuhan bata ringan aerasi = luas dinding x bata ringan aerasi 1 m2 = 72 m2 x 0,0086 m3/m2. Sehingga totalnya 6,12 m3, dibulatkan menjadi 7 m3.

Apabila harga bata ringan Rp 750.000 per m3, maka dana yang harus dikeluarkan adalah Rp 750.000 x 7 m3, yakni Rp 5.250.000. Biaya tersebut belum termasuk semen perekat dan biaya pemasangan.

Contoh lain misalnya kita akan menghitung kebutuhan genteng untuk suatu rumah. Maka kita perlu menghitung luas atapnya.

Luas atap 10 m x 9 m = 90 m² x dua sisi atap = total luas atap = 180 m². Jika Anda menggunakan genteng dengan 1 m² berisi 25 buah (ini bisa ditanyakan pada toko), artinya jumlah genteng yang dibutuhkan sebanyak 180 m² x 25 = 4.500 buah.

Jika harga satu genteng adalah Rp1.600 maka dana yang perlu disiapkan adalah 4.500 x Rp1.600, yaitu Rp 7.200.000.

Untuk mengantisipasi kerusakan saat pengiriman, pengerjaan maupun produk yang tidak baik, alangkah baiknya melebihkan jumlah bahan bangunan maksimal 10%.

Harga Bahan Bangunan

perhitungan bahan bangunan

Untuk menghitung kebutuhan material bangunan, kita perlu mengetahui harga pasaran bahan bangunan. Tidak perlu bingung, kami telah merangkum kisaran harga bahan bangunan. Harga bahan bangunan ini bisa Anda jadikan referensi untuk hitungan kasar. Perlu diketahui bahwa harga material bangunan bisa berubah sewaktu-waktu. Harga di setiap toko dan daerah juga bisa terdapat perbedaan.

 

Bahan Bangunan Harga Bahan Bangunan
Batu kali Rp227.500 per meter kubik
Batako Rp3500 per buah
Bata ringan (hebel) Rp750.000 per meter kubik (ukuran 60x20x7,5cm)
Pasir beton Rp276.000 per meter kubik
Semen Tiga Roda Rp65.000 per 50 kg
Besi beton Mulai dari Rp19.000 – Rp160.000 (untuk diameter 6mm x 12 meter – 16mm x 12 meter)
Kayu meranti Mulai dari Rp7.500 (untuk ukuran 2 x 3 meter) – Rp130.000 (untuk ukuran 8 x 12 meter)
Genteng Mulai dari Rp1.600 – Rp3.500 per buah
Keramik Mulai dari Rp35.000 – Rp500.000 per meter persegi

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai harga bahan bangunan. Semoga informasi di atas bisa menjadi tambahan wawasan. Terutama untuk Anda yang tengah mencari cara menghitung kebutuhan material bangunan.

Leave a Comment