Detail Pondasi Rumah 2 Lantai Dan Jenisnya

Detail Pondasi Rumah 2 Lantai – Membangun rumah harus memperhitungkan berbagai hal. Mulai dari material bangunan yang disiapkan, desain yang diinginkan, kondisi tanah dan lain sebagainya. Semua hal tersebut harus dicermati supaya hasil akhirnya nanti memuaskan dan bebas masalah. Salah satu dari sekian banyak hal yang perlu mendapat perhatian adalah pondasi rumah.

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadi differential settlement pada sistem strukturnya.

Ada beberapa macam pondasi yang dikenal dalam dunia konstruksi. Masing-masing jenis pondasi ini mempunyai ciri khas, kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Pemilihan jenis pondasi menyesuaikan dengan desain dari bangunan ataupun rumah.

pondasi rumah sederhana

Ketika ingin membangun rumah 2 lantai, maka pondasi yang dibangun akan sedikit berbeda dengan pondasi rumah 1 lantai. Pemilihan pondasi ini tidak boleh sampai salah, sebab hal ini bisa membuat bangunan atau rumah bermasalah nantinya. Misalnya dinding retak atau rawan roboh.

Baca juga: Cara Menghitung Volume Pondasi

Hal ini tentu membahayakan, apalagi rumah adalah tempat tinggal di mana pemilik akan sering beraktivitas di dalamnya. Maka dari itu pada artikel kali ini kami akan membahas lebih jauh seputar pondasi rumah 2 lantai, termasuk jenis-jenisnya.

Faktor Pemilihan Pondasi Rumah 2 Lantai

Ada beberapa faktor yang menentukan pemilihan pondasi rumah 2 lantai. Hal ini perlu diperhatikan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Sebab penentuan pondasi rumah tidak hanya berdasarkan desain bangunan saja, namun juga beberapa faktor lain. Berikut penjelasan selengkapnya.

Jenis Tanah

Jenis tanah bermacam-macam, sehingga hal ini turut mempengaruhi pemilihan jenis pondasi. Untuk tanah yang padat dan keras maka cukup dengan memakai pondasi berukuran kecil. Sedangkan tanah yang lunak membutuhkan pondasi yang lebih kuat, seperti cakar ayam atau jenis pondasi yang dibuat dengan tapal lebar supaya bisa mencengkeram tanah.

Tekstur tanah bisa diketahui setelah melakukan pemeriksaan tanah. Dengan pemeriksaan kita bisa mengetahui bagaimana sifat fisis dan mekanis lapisan tanah yang ada di lokasi. Selain itu hal ini juga berfungsi untuk mengetahui bagaimana kekuatan tanah dan mengetahui kedalaman muka air tanah.

Setelah melakukan pemeriksaan tanah, maka berikutnya adalah melakukan analisis dengan pengujian sampel hasil pemeriksaan tanah ke laboratorium. Ada beberapa hal yang akan diperoleh, seperti penentuan daya dukung pondasi dangkal dan pondasi dalam berdasarkan kuat geser tanah atau insitu test, serta mengevaluasi besar kecilnya penurunan tanah akibat beban pada bangunan.

Sesudah selesai, maka dapat ditentukan jenis, ukuran dan detail pondasi yang nantinya akan dipakai pada bangunan yang akan didirikan. 

Desain Rumah

Selain jenis tanah, desain rumah juga ikut mempengaruhi pemilihan pondasi. Desain rumah di sini maksudnya adalah bentuk, material yang digunakan dan beberapa hal lainnya. Misalnya jika memakai material berat maka otomatis akan membutuhkan pondasi yang kuat sehingga bisa menopang bangunan dengan baik.

Umur Bangunan

Masa pakai bangunan juga menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan pondasi rumah. Maksud umur bangunan adalah seberapa lama bangunan tersebut akan digunakan. Jika dipakai dalam jangka waktu yang sangat lama maka pondasi yang dipilih dibuat dengan memakai material bangunan yang awet dan juga tidak mudah keropos maupun lapuk. Sedangkan untuk rumah atau bangunan yang jangka waktu pemakaiannya tidak terlalu lama, maka pemilihan pondasi beserta materialnya bisa disesuaikan kembali sehingga tidak terjadi pemborosan.

Leave a Comment