Contoh RAB Renovasi Rumah Minimalis

RAB Renovasi Rumah – Rumah yang nyaman akan membuat penghuni betah berlama-lama di dalamnya. Hanya saja seiring berjalannya waktu rumah bisa mengalami berbagai masalah. Mulai dari genteng bocor, dinding yang berjamur dan lain sebagainya.

Belum lagi jika Anda merasa rumah semakin sempit karena barang yang semakin banyak. Jika sudah seperti ini, renovasi rumah menjadi salah satu jalan keluarnya. Akan tetapi pastinya Anda perlu berpikir dua kali sebelum melakukannya. Apalagi jika berniat mengubah konsep hunian menjadi minimalis.

Ada banyak sekali hal yang harus diperhitungkan sebelum merehab rumah. Salah satunya adalah menyusun Rencana Anggaran Biaya atau RAB. Biasanya banyak orang yang tidak mengerti mengenai bagaimana cara membuat RAB yang tepat sasaran sehingga tidak melebihi budget yang dianggarkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pertama kali ketika ingin melakukan renovasi adalah sebagai berikut.

Pertimbangan Sebelum Merenovasi Rumah

Merencanakan Lebih Awal

tips renovasi rumah

Renovasi rumah sudah pasti membutuhkan biaya. Besar ataupun tidaknya tergantung dari apa yang ingin kita ubah. Rencanakan semuanya dari awal. Mulai dari anggaran biaya, pembelian bahan bangunan dan lain-lain. Jika dana belum terkumpul, Anda bisa mulai menabung dari sekarang.

Pelajari Lingkungan Sekitar

biaya renovasi rumah

Mempelajari keadaan lingkungan sekitar rumah juga tak kalah penting. Pastikan segalanya mendukung sehingga proses renovasi bisa dilakukan tanpa hambatan. Di samping itu jangan lupa untuk memberitahu tetangga, sehingga nantinya tidak ada perselisihan.

Baca juga: Warna Cat Rumah Minimalis

Mengetahui Karakteristik Lahan

menghitung rab

Ketahui karakteristik lahan rumah sebelum merenovasi. Misalnya jika di rumah sering banjir, maka Anda bisa meninggikan lahan rumah. Atau misalnya rumah berada di pinggir jalan raya Anda bisa memberikan tanaman hijau untuk meredam suara maupun mencegah polusi udara masuk ke dalam rumah. Anda juga bisa meninggikan pagar rumah jika memang dirasa perlu.

Perhatikan Kebutuhan Penghuni

rencana anggaran biaya

Rumah yang nyaman adalah rumah yang bisa mengakomodir seluruh kebutuhan penghuninya. Maka dari itu Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan penghuni. Misalnya jika memiliki dua anak, Anda bisa mempertimbangkan menambah kamar menjadi tiga kamar. Atau Anda bisa mengubah rumah menjadi dua lantai supaya memiliki ruangan yang lebih luas.

Memperhatikan Struktur Bangunan

renovasi rumah

Selanjutnya, Anda juga harus mengetahui seperti apa struktur bangunan rumah Anda. Supaya renovasi tidak memakan banyak biaya, Anda bisa melihat apa saja yang bisa dipertahankan dan mana yang harus direnovasi. Untuk hal ini akan lebih baik jika Anda berkonsultasi kepada yang benar-benar ahli.

Pemilihan Material Bangunan

renovasi rumah minimalis

Material bangunan umumnya dijual dalam berbagai kualitas. Agar terhindar dari pengeluaran tambahan di kemudian hari, lebih baik pilih material bangunan yang tahan lama. Harga material bangunan yang awet memang akan lebih mahal, namun di sisi lain hal ini akan menguntungkan Anda.

Mencermati Saluran Air

Beberapa bagian dalam rumah, seperti kamar mandi dan dapur membutuhkan saluran air. Maka dari itu ketika ingin merenovasinya nanti jangan lupa untuk mencermati kondisi saluran air. Seperti bisa atau tidaknya pipa disambung ke tempat yang diinginkan atau apakah persediaan air cukup untuk seluruh ruangan yang memerlukan air.

Mengganti Panel Listrik

TIdak ada salahnya untuk mempertimbangkan penggantian panel listrik lama dengan yang baru. Hal ini dapat mencegah terjadinya konslet saat dipakai, sehingga risiko rumah terbakar bisa dihindari.

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah

Untuk mengetahui biaya renovasi rumah, Anda perlu mengetahui beberapa komponen yang biasanya masuk dalam perhitungan. Misalnya pembiayaan tukang, perkiraan harga per meter, harga material bangunan dan lain sebagainya. Berikut adalah gambaran cara menghitung biaya renovasi.

Biaya Tenaga Kerja

Ada beberapa metode pembayaran tukang yang kerap dipakai, yakni sistem harian, sistem borongan upah tenaga dan sistem borongan penuh. Untuk sistem harian, biasanya biaya kenek berkisar Rp 100.000 per hari, lalu untuk biaya tukang Rp 120.000 – 150.000 per hari. Biaya tersebut belum termasuk harga material bangunan dan lain sebagainya.

Leave a Comment