Penjelasan, Harga Dan Ukuran Scaffolding

Penjelasan, Harga Dan Ukuran Scaffolding – Jika kita melihat gedung-gedung atau rumah yang sedang dibangun, mungkin Anda tidak asing dengan alat bantu bagi para pekerja konstruksi di ketinggian yang sulit dijangkau manusia. Alat ini memiliki julukan scaffolding atau perancah.

Scaffolding memiliki fungsi utama sebagai alat bantu bagi para pekerja konstruksi untuk melakukan pekerjaan di bidang tertentu. Biasanya bidang ini terletak di area yang sulit dijangkau tangan manusia, seperti di tempat ketinggian. Oleh karenanya scaffolding digunakan supaya area tersebut bisa terjangkau dan dikerjakan dengan mudah.

Harga scaffolding di pasaran sangat beragam. Ada yang hanya dijual ratusan ribu rupiah, dan ada pula yang mencapai jutaan atau bahkan puluhan juta rupiah untuk satu set. Di samping itu tidak sedikit yang menyewakan scaffolding dengan biaya sewa yang variatif.

Penjelasan Scaffolding

struktur perancah

Scaffolding sendiri merupakan struktur sementara yang dipakai untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung maupun bangunan-bangunan besar lainnya. Umumnya scaffolding berupa sistem modular dari pipa atau tabung logam. Akan tetapi ada pula perancah yang terbuat dari bahan lain.

Baca juga: Ukuran dan Harga ACP Seven

Scaffolding atau steger ini mempunyai bentuk seperti platform tempat para pekerja melakukan tugasnya. Dalam beberapa kondisi struktur scaffolding juga dilapisi dengan jaring yang terlihat seperti jala. Jaring pengaman ini dipasang untuk meminimalisir jatuhnya puing-puing kecil ke luar area pekerjaan dan menimpa orang-orang di sekitarnya.

Fungsi Scaffolding

Scaffolding memiliki beberapa fungsi. Hal ini perlu kita ketahui supaya paham betul kegunaan alat bantu ini. Berikut adalah beberapa fungsi scaffolding.

  1. Sebagai working platform sementara untuk pekerja bangunan yang bekerja di area tinggi.
  2. Sebagai pengaman keselamatan di area ketinggian, sehingga para pekerja bisa melakukan tugasnya dengan efektif dan nyaman.
  3. Sebagai perlindungan bagi pekerja yang berada di area bawah apabila ada puing-puing kecil atau peralatan yang jatuh dari ketinggian.
  4. Sebagai jalur penghubung antar area-area kerja.
  5. Pada gedung yang tinggi scaffolding biasanya dilengkapi dengan safety net yang tujuannya untuk melindungi area luar kerja dari puing yang jatuh dari ketinggian.
  6. Bisa dipakai untuk menopang cetakan beton hingga kering.

Scaffolding biasanya terbuat dari pipa-pipa besi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki kekuatan untuk menyangga beban yang ada di atasnya. Dalam suatu proyek, kebutuhan akan scaffolding tergantung pada pemilik proyek. Sebab ada perbedaan biaya jika memakai bambu dan scaffolding.

Scaffolding sendiri merupakan pengganti bambu dalam membangun suatu proyek konstruksi. Dengan memakai scaffolding, kita bisa menghemat biaya dan efisiensi waktu pemasangan.

Jenis Scaffolding

jenis scaffolding

Scaffolding sangat beragam jenisnya. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Sehingga kegunaannya juga bisa berbeda. Berikut adalah jenis-jenis scaffolding yang bisa Anda temui.

  1. Scaffolding andang
  2. Scaffolding tiang
  3. Scaffolding besi beroda
  4. Scaffolding tanpa roda
  5. Scaffolding menggantung
  6. Scaffolding frame
  7. Scaffolding dolken
  8. Two Point Adjustable Suspension Scaffold.
  9. Strip Board One Side Scaffold.
  10. Auxiliary Fixtures For Pipe Scaffolding.
  11. Bracket One Side Scaffold.
  12. Independent Scaffold.
  13. Birdcage Scaffold.
  14. Access Tower Scaffold.
  15. Cantilever Scaffold.
  16. Putlog Scaffold.
  17. Suspended Scaffold.
  18. Mobile Scaffold.

Daftar Harga Scaffolding Lengkap

Setelah mengetahui jenis-jenis scaffolding, mungkin Anda bertanya-tanya berapa harga pasaran scaffolding. Berikut kami sertakan daftar harga perancah yang bisa Anda jadikan gambaran.

ukuran scaffolding

Jenis/Ukuran Scaffolding Harga
Scaffolding Ladder 190 cm Rp470.000 per set
Scaffolding Pipa Galvanis 11/2 inch, 2.400 mm, 6 meter Rp500.000 per set
Scaffolding Ladder Galvanis 190 cm Rp538.000 per set
Scaffolding 170 cm Rp595.000 per set
Scaffolding Pipa Galvanis 11/2 inch, 3.200 mm, 6 meter Rp619.000 per set
Scaffolding 190 cm Rp633.000 per set
Scaffolding Galvanis 170 cm Rp663.000 per set
Scaffolding Galvanis 190 cm Rp713.000 per set
Krisbow Scaffolding Aluminium 6,85 meter Rp13.650.000 per set
Youngman Scaffolding 1 meter Rp20.000.000 per set

Perlu diketahui, harga steger atau scaffolding di atas bisa berbeda dengan yang ditawarkan di sekitar tempat tinggal atau lokasi proyek Anda. Akan tetapi umumnya selisih harga keduanya tidak terpaut jauh.

Apabila Anda menaruh perhatian lebih pada harga, Anda bisa mencoba membandingkan harga scaffolding di satu penjual dengan penjual-penjual lainnya. Sehingga nantinya Anda bisa memperoleh harga yang lebih terjangkau.

Tips Aman Bekerja dengan Scaffolding

struktur steger

Walaupun berfungsi sebagai alat bantu dan pengaman, bekerja dengan scaffolding tidak terlepas dari beberapa risiko. Misalnya puing atau material yang jatuh dan menimpa pekerja di bawahnya. Berikut adalah beberapa potensi bahaya ketika menggunakan perancah:

  1. Runtuhnya sebagian atau seluruh unit scaffolding lantaran kegagalan komponen atau beban berlebih.
  2. Jatuh dari ketinggian karena struktur scaffolding yang lemah.
  3. Tertimpa benda atau puing yang terjatuh dari scaffolding.
  4. Terpeleset dan terjatuh karena struktur yang tidak kokoh.
  5. Tersengat aliran listrik.

Agar risiko tersebut bisa dihindari, ada beberapa tips yang bisa dilakukan supaya Anda bisa bekerja dengan aman dengan scaffolding. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

Memperhatikan Prosedur K3

Pastikan para pekerja memahami dan memperhatikan prosedur K3 dengan baik. Selain itu pastikan bahwa para pekerja tidak melewatkan beberapa hal penting, seperti memakai pakaian yang tepat, memakai penutup kepala, sepatu anti licin dan berhati-hati saat mengambil setiap tindakan.

Menjaga Tempat Kerja

Berikutnya yang tak kalah penting adalah memperhatikan tempat kerja tetap teratur dan rapi. Hal ini dilakukan supaya mengurangi risiko alat terjatuh dari scaffolding. Di samping itu ruang gerak para pekerja juga lebih luas dan aman.

Identifikasi Bahaya Sebelum Memulai

Sebelum mengerjakan proyek, jangan lupa untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dan pencegahan yang bisa dilakukan supaya tidak sampai terjadi kecelakaan. Misalnya untuk mengantisipasi pekerja tersengat listrik, kita perlu memastikan sirkuit listrik jauh dari scaffolding.

Pelatihan yang Tepat

Perusahaan wajib memberikan pelatihan keselamatan kerja kepada para pekerja. Dengan begitu risiko kecelakaan bisa dihindari. Di samping itu para pekerja juga harus dipastikan sudah terlatih dan siap selalu dalam melakukan tindakan pencegahan yang benar.

Tinjau dan Perhatikan Lokasi Kerja

Yang tak kalah penting adalah mengecek lokasi kerja. Para pekerja harus bisa mengidentifikasi bahaya yang akan terjadi di lokasi supaya bisa melindungi diri dari kecelakaan  yang tidak diharapkan.

Baca juga: Cara Memasang Bondek

Mengetahui Kebutuhan Scaffolding

jenis perancah

Untuk mengetahui kebutuhan perancah, diperlukan ketelitian dan keterampilan yang tinggi sehingga perhitungan bisa dilakukan dengan tepat. Metode yang sering digunakan adalah membuat maping tentang kebutuhan scaffolding.

Caranya adalah dengan memperhatikan secara cermat gambar bangunan yang akan dipasangi scaffolding. Kemudian buat plot ukuran scaffolding di dalam gambar tersebut. Umumnya ukuran scaffolding standar adalah 1,2 x 1,8 meter, dengan tinggi 1,7 meter. Atau menyesuaikan jack-base dan u-head.

Ketika membuat scaffolding di pekerjaan struktur, kita perlu mengutamakan perancah di bagian bangunan yang lebih penting. Misalnya ketika ingin membuat plat lantai dan balok, maka prioritaskan membangun scaffolding balok terlebih dahulu.

Buat maping dan perhitungan kebutuhan scaffolding tiap masing-masing balok. Kemudian lanjutkan pembuatan scaffolding untuk plat lantai jika masih tersedia ruang. Jika ruang yang tersedia tidak cukup, coba menggantinya dengan memasang pipa penahan yang mampu meningkatkan kekuatan struktur scaffolding.

Berikutnya adalah menaksir ketinggian struktur yang akan dibangun. Dari hal ini kita bisa mengetahui berapa jumlah tingkat scaffolding yang diperlukan.

Untuk pemasangan batu bata, pemlesteran dan pengecoran, proses perhitungan kebutuhan scaffolding akan lebih mudah. Informasi yang diperlukan hanya panjang dan tinggi area yang ingin dipasangi scaffolding.

Kemudian diukur panjang dan tinggi areanya dan masing-masing ukuran tersebut dibagi dengan dimensi scaffolding. Panjang area dibagi dengan 1,8 m, sedangkan tingginya dibagi dengan 1,7 m. Berikutnya hasil dari masing-masing pembagian tadi saling dikalikan. Nah, hasil dari perkalian inilah yang merupakan jumlah kebutuhan scaffolding yang Anda perlukan.

Leave a Comment